GUNCANGAN KUAT di WASHINGTON! Rating Trump Anjlok ke 30 Persen, Rakyat AS Mulai 'Muak' dengan Konflik Iran

AKURAT BANTEN – Gedung Putih kini berada dalam tekanan hebat. Presiden Donald Trump yang dikenal dengan kebijakan "America First"-nya, kini justru menghadapi kenyataan pahit di rumah sendiri.
Berdasarkan jajak pendapat terbaru per April 2026, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Trump merosot tajam ke angka 30 persen—titik terendah yang menandakan krisis kepercayaan nasional.
Sentimen negatif ini meledak seiring dengan eskalasi konflik militer yang berkepanjangan dengan Iran.
Rakyat Amerika Serikat tampaknya sudah mencapai titik jenuh terhadap retorika perang yang tak kunjung usai, sementara dampaknya mulai menghantam dapur warga sipil.
Baca Juga: Terbongkar! Alasan Rahasia Trump Ogah Tekan Tombol Nuklir Meski Tensi dengan Iran Memanas
Selat Hormuz Terkunci, Dompet Rakyat AS Menjerit
Pemicu utama kemarahan publik bukan sekadar soal strategi militer, melainkan dampak ekonomi yang nyata.
Penutupan kembali Selat Hormuz oleh Garda Revolusi Iran (IRGC) telah memicu antrean panjang kapal tanker dan melambungkan harga minyak mentah dunia.
Di Amerika Serikat, harga bensin di SPBU lokal meroket hingga memicu inflasi sebesar 3,3 persen pada Maret 2026.
Rakyat Amerika merasa bahwa janji Trump untuk menekan biaya hidup justru dikhianati oleh ambisi perangnya sendiri di Timur Tengah.
Kami tidak bisa terus-menerus membiayai ambisi geopolitik yang menguras triliunan dolar, sementara warga di Ohio dan Michigan kesulitan mengisi tangki bensin mereka hanya untuk berangkat kerja. Ini bukan lagi soal pertahanan nasional, ini soal kegagalan prioritas. — Analisis dari sebuah lembaga survei independen di Washington.
Baca Juga: Trump Siap Buka Blokade Selat Hormuz Jika Iran Setujui Kesepakatan dengan AS
Blunder Iran: Dari Gencatan Senjata ke Kebuntuan
Publik menilai Trump telah melakukan "blunder" besar dalam menangani diplomasi dengan Teheran. Meskipun sempat ada gencatan senjata singkat, tuntutan "maksimalis" dari Washington membuat perundingan kembali menemui jalan buntu.
Kegagalan Diplomasi: Upaya mediasi internasional gagal karena kedua belah pihak enggan menurunkan ego politik.
Ketidakpastian Global: Indeks ketidakpastian ekonomi dunia melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah, melampaui era pandemi.
Oposisi Internal: Bukan hanya Demokrat, sekitar 19% basis pemilih loyalis Trump mulai menyuarakan kekecewaan mereka atas arah kebijakan luar negeri AS saat ini.
Baca Juga: Trump Perintahkan Tembak Kapal Iran di Selat Hormuz, Dunia Waspada Konflik Meledak
Mampukah Trump Berbalik Arah?
Dengan rating yang berada di zona merah, posisi politik Trump menuju pemilu mendatang menjadi sangat rentan.
Sejarah mencatat bahwa angka approval di bawah 35% adalah "sinyal bahaya" bagi presiden mana pun yang ingin mempertahankan kekuasaan.
Kini, pertanyaannya bukan lagi apakah Trump bisa memenangkan perang di Iran, melainkan apakah ia bisa memenangkan kembali hati rakyatnya sendiri yang sudah terlanjur "muak".
Jika de-eskalasi tidak segera dilakukan, guncangan di Washington ini bisa berubah menjadi gempa politik yang meruntuhkan karier sang petahana.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Saran Prof Jimly untuk Denny Indrayana, Bawa Nama Ganjar hingga Mahfud Soal Ijazah Gibran, Ada Apa?
- 2Keceplosan Soal 'Pasal Selundupan' untuk Gibran? Komisioner KPU Dicecar Hakim MK, Jawabannya Jadi Sorotan
- 3Prabowo Disebut Tak Lagi dengan Gibran di 2029, 3 Nama Ini Mulai Muncul sebagai Pengganti
- 4Gatot Nurmantyo Yakin Gugatan Gibran Bakal Ditolak MK, Lalu Singgung Skenario Politik Berikutnya
- 5Gugatan Pendidikan Gibran Masuk MK, Sikap 7 Partai Pengusung Kini Jadi Sorotan
- 6MK Didesak Buka Tahap Pembuktian Gugatan Denny Indrayana soal Ijazah Gibran, Apa yang Dipersoalkan?
- 7Cawapres Prabowo 2029 Mulai Terbaca, Nama Dedi Mulyadi hingga AHY Masuk Hitungan
- 8Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'
- 9Dedi Mulyadi Disebut Bisa Jadi Cawapres Prabowo 2029, Syarat Politik Ini Jadi Sorotan
- 10Mahfud MD Bongkar Peta Pilpres 2029, 'Posisi Prabowo Bikin Lawan Harus Berhitung'






